Minggu, 14 Agustus 2022 - RSUD Pariaman

Tips Mengolah Daging di Tengah Maraknya Penyakit Mulut dan Kaki Pada Hewan

  • Website Administrator
  • 14 Juli 2022
  • 63

Image by: shutterstock

Merebaknya kejadian Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan seperti kambing, sapi dan kerbau belakangan ini tentu membuat kita menjadi lebih waspada. Penyakit Mulut dan Kuku telah menyebar ke 21 provinsi di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, hingga 10 Juli 2022 sebanyak 336.887 hewan sakit dan 2.218 ekor hewan mati akibat Penyakit Mulut dan Kuku ini.

Penyakit Mulut dan Kuku adalah penyakit hewan yang sangat menular dan menyerang hewan hewan berkuku belah/genap seperti sapi, kerbau, domba, kambing, rusa, unta, dan termasuk hewan liar seperti gajah, antelope, bison, menjangan, dan jerapah. Penyakit Mulut dan Kuku disebabkan oleh virus tipe A dari keluarga Picornaviridae dan genus Apthovirus.

Hewan yang terinfeksi penyakit ini mempunyai gejala berupa luka lepuh/lesi pada mulut dan kaki hewan. Penyakit Mulut dan Kuku menular dengan cara kontak langsung (antara hewan yang tertular dengan hewan rentan), terbawa oleh manusia, menular dari peralatan ternak atau kandang dan melalui angin di daerah beriklim khusus.

Penyakit ini tidak menular kepada manusia. Walaupun begitu kita tetap harus berhati-hati ketika mengolah daging yang bisa saja terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan ketika mengolah daging:
1. Jangan dicuci sebelum diolah
Daging yang baru dibeli sebaiknya tidak dicuci bersih terlebih dahulu. Rebuslah daging selama 30 menit pada air mendidih.
2. Dinginkan dan bekukan
Dinginkan dan bekukan daging dalam freezer selama 24 jam.
3. Jangan membuang kemasan pembungkus daging atau jeroan sembarangan
Kemasan pembungkus daging yang masih dalam keadaaan kontor bisa membuat kemasan tersebut terkontaminasi bakteri dan virus. Hal ini akan membuat virus berpindah lebih mudah. Rendam dan cucilah kemasan pembungkus daging dengan deterjen atau pemutih terlebih dahulu. Buanglah kemasan pembungkus tersebut ke tempat sampah dalam keadaan benar-benar bersih. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus dan pencemaran lingkungan sekitar.
 

 

Daftar Rujukan:

  1. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sebaran Kasus PMK. Diakses pada Juli 2022, dari https://www.siagapmk.id/
  2. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat. Waspada Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Hewan di Sumatera Barat. Diakses pada Juli 2022, dari http://disnak.sumbarprov.go.id/info/detil/116/waspada-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-hewan-di-sumatera-barat.html
  3. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Mentan: PMK Tidak Menular ke Manusia dan Kementan Siapkan Strategi Pemberantasan. Diakses pada Juli 2022, dari https://ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/1479-mentan-pmk-tidak-menular-ke-manusia-dan-kementan-siapkan-strategi-pemberantasan

 


Cari Artikel

Profil

Alamat :
Jl. Prof. M. Yamin, SH. No.5 Pariaman, Kec. Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Prov. Sumatera Barat

Telpon :
(0751) 91118 - 91428

Fax :
(0751) 91428 - Fax Direktur

Email :
rsudpariaman.sumbarprov@gmail.com

Emergency Number

Hasil Polling

Bagaimana pelayanan RSUD Pariaman ?

Cukup Baik9.4%

Baik25.9%

Sangat Baik37.6%

Lain- lain27.1%

Ikuti Vote Disini

Link