Minggu, 14 Agustus 2022 - RSUD Pariaman

Kendalikan Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan Menerapkan

  • Website Administrator
  • 01 Desember 2021
  • 111

 

Image by: anlene.com

Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian secara global, menyebabkan 17,9 juta jiwa kematian setiap tahunnya. Lebih dari 75% kematian akibat penyakit kardiovaskular terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penyakit kardiovaskular adalah sekelompok gangguan jantung dan pembuluh darah dan termasuk penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular, penyakit jantung rematik dan kondisi lainnya. Lebih dari empat dari lima kematian penyakit kardiovaskular disebabkan oleh serangan jantung dan stroke, dan sepertiga dari kematian ini terjadi sebelum waktunya pada orang di bawah usia 70 tahun.

Penyakit Jantung Koroner adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner akibat kerusakan lapisan dinding pembuluh darah (Aterosklerosis). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukan bahwa prevalensi tertinggi untuk penyakit kardiovaskuler di Indonesia adalah Penyakit Jantung Koroner sebesar 2.650.340 orang (0,5%). Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi untuk penyakit kardiovaskuler di Indonesia meningkat menjadi 1,5%.

Tanda dan gejala khas Penyakit Jantung Koroner adalah keluhan rasa tidak nyaman di dada atau nyeri dada (angina) yang berlangsung selama lebih dari 20 menit saat istirahat atau saat aktivitas yang disertai gejala keringat dingin atau gejala lainnya seperti lemah, rasa mual, dan pusing.

Faktor risiko Penyakit Jantung Koroner terdiri dari risiko yang tidak dapat diubah dan risiko yang dapat diubah. Risiko yang tidak dapat diubah meliputi umur, jenis kelamin, dan keturunan/ras. Sedangkan risiko yang dapat diubah antara lain merokok, dislipidemia, hipertensi, diabetes melitus, kurang aktivitas fisik, berat badan lebih dan obesitas, diet yang tidak sehat, stres, serta konsumsi alkohol berlebih.

Adapun pertolongan pertama pada penyakit jantung koroner:

  1. Posisi setengah duduk dengan bantal tinggi (tubuh bagian atas lebih tinggi 20-30 derajat) untuk persiapan segera membawa ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit terdekat.
  2. Hindari penderita dari gerakan mendadak dan aktivitas apapun seperti berbicara banyak, mengejan (mengedan).
  3. Jika penderita mengeluh nyeri yang hebat, dapat dibantu menguranginya dengan pemberian obat-obatan golongan nitrat (seperti isosorbid dinitrat, cedocard, nitral atau farsorbid) diberikan di bawah lidah, dapat diberikan beberapa kali hingga penderita mendapat pertolongan di rumah sakit.
  4. Beberapa anjuran bahwa saat mengeluh serangan jantung harus batuk-batuk adalah mitos yang harus dihindari. Respon batuk hanya disarankan oleh ahli jantung saat terlihat laju jantung yang sangat melambat di monitor rekaman jantung, hal ini tidak mungkin dilihat pada pasien yang tidak terpasang alat monitor jantung.
  5. Layanan di Public Safety Center (PSC) berupa:
    • Penanganan kegawatdaruratan dengan menggunakan protokol;
    • Kebutuhan informasi ruang di rumah sakit;
    • Informasi fasilitas kesehatan terdekat; dan
    • Informasi ambulans.
  6. Serangan jantung STEMI merupakan indikasi mutlak untuk dilakukan reperfusi (dengan obat atau kateterisasi).

Proses terjadinya Penyakit Jantung Koroner sudah dimulai dari usia dini, dimana terjadi penyumbatan darah arteri melalui pola hidup yang kurang baik. Sehingga menjaga pola hidup sehat sejak usia dini akan menurunkan risiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner. Untuk itu mari kendalikan Penyakit Jantung Koroner dengan menerapkan PATUH:

  • P: Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
  • A: Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
  • T: Tetap diet dengan gizi seimbang
  • U: Upayakan aktifitas fisik dengan aman
  • H: Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya

 Adapun diet yang dapat diterapkan oleh penderita Penyakit Jantung Koroner adalah sebagai berikut:

  1. Batasi penggunaan garam bila ada tekanan darah tinggi (hipertensi).
  2. Bagi yang terlalu gemuk, jumlah makanan pokok sebagai sumber hidrat arang dikurangi, contoh sumber hidrat arang: beras, roti, mie, kentang, bihun, biskuit, tepung-tepungan, gula dan sebagainya.
  3. Bahan makanan yang berlemak sebaiknya dibatasi. Pilihlah daging tampak lemak atau ikan segar, ayam dan lain-lain.
  4. Hindari sayuran yang mengandung gas, kol, lobak, nangka muda.
  5. Semua buah boleh dimakan kecuali nangka masak, durian, alpukat diberikan dalam jumlah terbatas.
  6. Makanan yang sebaiknya dipilih yang mudah dicerna dan tidak merangsang
  7. Dianjurkan untuk tidak minum kopi dan alkohol.
  8. Dalam memasak sebaiknya tidak menggunakan cabe dan bumbu yang merangsang.

 Selain itu berikut beberapa tips yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk pencegahan Penyakit Jantung Koroner:

  1. Menerapkan pola makan sehat.
  2. Hindari kebiasan merokok.
  3. Rutin berolah raga.
  4. Menjaga berat badan ideal.
  5. Menjaga tekanan darah tetap normal.
  6. Mengendalikan kadar gula darah normal.
  7. Mengurangi konsumsi alkohol.
  8. Mengonsumsi obat-obat yang diresepkan oleh dokter.

 

Daftar Rujukan:

  1. WHO. Cardiovascular diseases. Diakses pada 2021, dari https://www.who.int/health-topics/cardiovascular-diseases#tab=tab_1
  2. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI. Apa itu Penyakit Jantung Koroner?. Diakses pada 2021, dari http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/apa-itu-penyakit-jantung-koroner
  3. Kementerian Kesehatan. 2013. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Bidang Biomedis. Jakarta: Badan Litbangkes, Kemenkes RI; 2014.
  4. Kementerian Kesehatan. 2018. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Bidang Biomedis. Jakarta: Badan Litbangkes, Kemenkes RI; 2019.
  5. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI. Apa saja Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK)?. Diakses pada 2021, dari http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/apa-saja-faktor-risiko-penyakit-jantung-koroner-pjk
  6. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI. Kenali Tanda dan Gejala Penyakit Jantung Koroner (PJK). Diakses pada 2021, dari http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/kenali-tanda-dan-gejala-penyakit-jantung-koroner-pjk
  7. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI. Inilah Pertolongan Pertama pada Penyakit Jantung Koroner (PJK). Diakses pada 2021, dari http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/inilah-pertolongan-pertama-pada-penyakit-jantung-koroner-pjk
  8. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI. Sobat Sehat, yuk simak siklus Penyakit Jantung Koroner (PJK) berikut ini. Diakses pada 2021, dari http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/sobat-sehat-yuk-simak-siklus-penyakit-jantung-koroner-pjk-berikut-ini
  9. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI. Kendalikan penyakit Jantung Koroner dengan menerapkan PATUH. Diakses pada 2021, dari http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic/kendalikan-penyakit-jantung-koroner-dengan-menerapkan-patuh
  10. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI. Apa saja diet pada penyakit Jantung Koroner? Yuk, simak. Diakses pada 2021, dari http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic/apa-saja-diet-pada-penyakit-jantung-koroner-yuk-simak
  11. 8 Langkah Pencegahan Penyakit Jantung Koroner. Diakses pada 2021, dari https://hellosehat.com/jantung/jantung-koroner/pencegahan-jantung-koroner/

 


Cari Artikel

Profil

Alamat :
Jl. Prof. M. Yamin, SH. No.5 Pariaman, Kec. Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Prov. Sumatera Barat

Telpon :
(0751) 91118 - 91428

Fax :
(0751) 91428 - Fax Direktur

Email :
rsudpariaman.sumbarprov@gmail.com

Emergency Number

Hasil Polling

Bagaimana pelayanan RSUD Pariaman ?

Cukup Baik9.4%

Baik25.9%

Sangat Baik37.6%

Lain- lain27.1%

Ikuti Vote Disini

Link